Jangan suka makan mentimun,
Mentimun itu banyak getahnya.
Jangan suka duduk melamun,
Melamun itu tidak ada gunanya.
Itulah satu pantun yang kami temui saat latihan soal Ujian Sekolah di kala sore. Aku pun tidak bisa membentuk pikiran anak didikku yang random itu. Wajar sih, mereka masih ingin tahu.
Aku menjelaskan di dalam pantun ada 2 bagian, baris 1 dan 2 itu sampiran lalu baris 3 dan 4 itu isi. Sampiran biasanya tidak berhubungan lanhsung dengan isi, memang random asal membentuk rima a-b-a-b. Inti dari pantun berada di isinya.
" Ibu, kenapa kita tra boleh makan mentimun? Mentimun enaķ, Ibu. Kalo ada getah, dibuang toh, bukan larang-larang ktong makan".
Hahahha random banget. Padahal dari awal sudah ku katakan Sampiran itu bebas, bukannya fokus ke maksud pantun di bagian ini, malah mikirin sampiran nyeleneh tentang mentimun.
Untungnya teman sebangkunya memberi pengertian "Magdal, ko paham pantun kah tidak?"😆😆(Valentina Niwari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar