Minggu, 23 Februari 2025

Hari ini bintangku kemana?

 By LVS


Hari ini bintangku tidak tampak

Kerlap kerlipnya nyaris punah di balik gulungan awan cirrus

Meninggalkan lara sang bulan menunggu lama


Hari ini bintangku kemana? 

Adakah jenuh mencengramnya hingga enggan memamerkan indahnya? 


Hari ini bintangku kemana? 

Rasi yang lama ku tunggu tiada berbentuk

Dia punya sinarnya, mengapa harus malu-malu? 

Kasihan sang bulan menilik dibalik gumpalan awan

Entah memaki hening malam yang dicecar hujan

Atau tiada daya saat sinar sang bintang tak lagi bersama? 





Sabtu, 22 Februari 2025

Fakta sains VS Firman Tuhan

Diary guru pedalaman. 

#LVS


Perihal kepunahan makhluk hidup, tentulah selalu berhubungan dengan perburuan liar, perusakan habitat dan tindakan lain yg merugikan. 

Saat itu saya sedang mengajar les untuk anak-anak kelas VI. Nah, pembahasan kami kali itu adalah perihal kepunahan makhluk hidup. Hewan/tumbuhan yang terus menerus diburu secara brutal atau berlebihan akan berakibat pada kepunahan. Di soal akan diberikan contoh kasus yg menyebabkan kepunahan, itu adalah fakta di lapangan. 

Harimau adalah 1 predator di hutan. Namun, bukan berarti dia bebas dari serangan manusia yang memburu kulitnya untuk dijadikan bahan kerajinan/industri. Jika keadaan terus menerus, bukan tidak mungkin harimau akan punah suatu saat. Dan lagi-lagi kasus itu adalah fakta di lapangan. Sebagai contoh ya harimau sumatera yang saat ini dijaga dan dilindungi dari kepunahan. 

Namun saat saya dan anak-anak sedang serius mendiskusikan hal ini, ada satu anak yang sedari tadi diam tiba-tiba mengangkat tangan untuk unjuk bicara. Amos namanya. 

Amos: Ibu, Ibu guru. Di Alkitab ada tertulis Tuhan memberkati hewan dan tumbuhan Ibu. Tidak akan habis Ibu. 

Hmmm,,, bagaimana mana sudah. Firman Tuhan disandingkan dgn sains. Memang betul semua makhluk di bumi ini diberkati oleh Tuhan dan akan bertambah banyak seiring waktu, tetapi kan tidak menutup kemungkinan suatu hari akan habis jika manusia memburunya terus menerus. 


Apakah pernyataan anak didik saya tadi salah? Tidak juga. Saya sangat percaya dia anak yang analitik. Dia adalah anak yang rajin membaca Alkitab. Apa yg bisa saya berikan intinya pada saat itu adalah satu pengertian. Semoga kritis dan analitis seorang Amos akan membantunya belajar kontekstual di hari depan. 


Semangat anak Ibu, Amos Wopi. 

Rantai makanan

Diary guru pedalaman
#LVS

Pembelajaran akan bermakna apabila didasarkan pada pengalaman anak didik/kontekstual.
Namun, siapa sangka bahwa pengalaman yang sangat random untuk ukuran anak-anak di pedalaman bisa membuat ibu guru sampai geleng-geleng kepala. 
Materi "rantai makanan" tentunya adalah pelajaran yang sangat asyik, karena sejatinya sangat dekat dengan kehidupan. Kita berada di satu ekosistem dan dapat mengamati ekosistem lainnya. 
Rantau makanan adalah proses makan, memakan dan dimakan pada suatu ekosistem tertentu. Misalkan di ekosistem sawah:
Padi->tikus->ular->elang->pengurai
Contoh ekosistem kebun:
Rumput->belalalang->ayam->elang->pengurai
Dsb

Nah, proses makan dan dimakan itu tentunya akan menimbulkan hubungan sebab akibat. Seyogianya, jika produsen semakin sedikit, konsumen 1 (pemakannya) akan semakin sedikit pula, demikian seterusnya untuk konsumen 2,3,4 dst
Jadi intinya, jika pemangsa sedikit, yang dimangsa akan banyak dan yang memangsa pemangsa itu akan sedikit pula. 

Suasana kelas memang tidak selalu sesuai skenario guru. Meski sudah kita jelaskan mengenai hubungan sebab akibat itu, ada aja respon lucu dan nyeleneh dari anak-anak. 

Rantai makanan pada ekosistem sawah
Padi->ulat->burung cuit->ular->elang->pengurai.

Saat ibu guru bertanya, "seandainya nih burung cuit semakin sedikit, siapakah yang akan untung dan siapakah yang akan rugi? 

Yg diharapkan oleh ibu guru tentunya mereka akan kompak menjawab yg untung adalah ulat karena pemangsanya akan semakin sedikit, sebaliknya ular akan rugi/semakin sedikit karena makanannya semakin sedikit. Tapi nyatanya dengan tidak mau kalah, anak-anak kompak menjawab "ibu yang rugi sa, yang rugi ktong ibu" Sedikit mengernyitkan dahi ibu guru bertanya seakan tidak percaya "bagaimana nak? Kenapa kamu yg rugi? ". Iyo toh Bu " Kalau burung ciut semakin sedikit, tong tra bisa tangkap dong lagi, rugi toh? ".
Ibu guru hanya bisa terdiam sejenak, kalau kata orang sini, tanganga. Hhaha

Begitu sudah e



Minggu, 16 Februari 2025

Tuhan menjawab doa

Tuhan menjawab doaku

By LVS


Bila ku ingat doaku yang dulu

Meminta padamu di waktu malam

Bersama linangan air mata

Mengalir deras di wajah


Kini kudapati jawaban doaku

Tuhan mengerti kerinduanku

Tuhan perhitungkan air mataku

Ku mau mau berkata. 


Tuhan trimakasih

Tuhan trimakasih

Tuk kebaikanMu dihidupku


Hatiku terkagum

Hati tersentuh

Karna Tuhan jawab stiap doaku


Ini aku anakMu

Kerinduan hati selalu melahirkan lagu sebagai penyembahan untuk Tuhan. 

Ini aku anakMu
By: LVS

Banyak perkara tak ku pahami
Seringkali membuatku jatuh
Namun Engkau buatku mengerti
RencanaMu ada dalam ku

Ku pejamkan mata ini
Ku memandang wajahmu 
Membawa seluruh hidupku
Ku rendahkan diri 
Memanggil namaMu
Ya Bapaku.... 
Ini aku anakMu

Sabtu, 15 Februari 2025

Bejana dan anak panah

Lagu ini salah puisi yang ku dendangkan di kala duduk menatap nanar senja yang memudar. Semoga tiap lariknya boleh memberkati. 
😇

Bagaikan bejana di tangan seniman
Demikian hidupku di tanganMu Tuhan
Kau bentur, bentuk agar ku terangkai
Jadi alat yang siap Engkau pakai

Seperti anak panah di tangan pahlawan
Demikian hidupku di tanganMu Tuhan
Ditajamkan, diarahkan menuju sasaran
Pakai masa mudaku jadi alat kemuliaan

Ku bawa hatiku sebagai hamba
Kosongkan diri tuk Engkau penuhi
Ku bawa diriku jadi persembahan yang baka
Tak kan gagal rencanaMu, slalu terbukti. 

Bukan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah

Setiap lariknya adalah kerinduan hatiku. Ya, aku mau taruh harapku dalam Dia. Walau mungkin saat ini aku belum melihat, tapi aku yakin Tuhan akan menjawab di waktuNya yang tepat. 


Bukan kehendak ku, kehendakMu jadilah

By: LVS

Verse:

Tak akan terlalu cepat

Juga takkan pernah terlambat

WaktuMu menjawab doaku

Ku menantikan dengan imanku


Disaat tanganku terlipat

Ku tahu Tuhan bekerja.

Disaat mataku terbuka

Ku lihat mujizatMu jadi nyata. 


Reef:

Engkau berfirman, semua tergenapi

JanjiMu Tuhan selalu terbukti

Ku mau percaya pada jalan-jalanMu Tuhan

Bukan kehendak ku Bapa, kehendakMu jadilah. 


Siapa aku Tuhan?

Puji Tuhan, akhirnya lirik yang terngiang-ngiang di kepalaku sore itu bisa kutuliskan di blog ini. 


Siapa aku Tuhan? 

By: LVS (VerSim) 

Verse 1

Sungguh mahal kau tebusku

DarahMu Tuhan tercurah bagiku

Bagaimana kan kubalas, semua kebaikanmu? 


Verse 2

Ini aku, ku sebut namamu

Engkau menjamin masa depanku

Pengharapanku, ku taruh dalamMu

Takkan sia-sia seru doaku


Reef:

Siapa aku Tuhan,

Siapakah diriku di matamu? 

Hingga Kau rela berkorban

Menebus hidupku


Maafkan ku Tuhan, 

Sering ku sangkalMu

Ragukan penyertaan-Mu

Yang selalu sempurna dan selalu ada. 


Semoga setiap larik memberkati pembaca, bahwa apa yang Tuhan  kerjakan membuat kita merasa berharga sampai speechless gitu loh. Siapa sih kita? Tuhan sayang banget sama kita. 


Dinosaurus masuk surga

 Diary guru pedalaman


Anak-anak tumbuh dengan segala imajinasinya tentang kehidupan. Dari hal kontekstual sampai hal random yang bahkan belum pernah terpikirkan sebelumnya. 

Di satu hari yang cerah, di jam istrahat ada beberapa siswaku memilih tetap duduk di kelas. Agaknya ada sesuatu yang harus dipecahkan hari itu juga karena di wajahnya jelas ada guratan tidak puas. 


Beni: Ibu, Ibu pernah lihat dinosaurus? 

Bu guru: Tidak anak, dinosaurus su punah. 

Valentina: Ibu, punah itu apa? 

3 orang anak lainnya kompak menjawab "su habis, su mati Valen"

Tiba-tiba Marko yg sedari tadi mengamati pembicaraan angkat suara

Marko: Ibu, ktong bisa ketemu dong di surga? Dinosaurus tra pung dosa toh? Berarti masuk surga. Ibu, sa mau masuk surga biar baku ketem deng dong. Tapi mati dulu. 

Anak-anak yang lain lantas tertawa terbahak-bahak. Anak-anak sepolos itu loh. Ini ibu guru juga bingung mau jawab apa. 😆😆

Sepenuhnya percaya