Sabtu, 22 Februari 2025

Fakta sains VS Firman Tuhan

Diary guru pedalaman. 

#LVS


Perihal kepunahan makhluk hidup, tentulah selalu berhubungan dengan perburuan liar, perusakan habitat dan tindakan lain yg merugikan. 

Saat itu saya sedang mengajar les untuk anak-anak kelas VI. Nah, pembahasan kami kali itu adalah perihal kepunahan makhluk hidup. Hewan/tumbuhan yang terus menerus diburu secara brutal atau berlebihan akan berakibat pada kepunahan. Di soal akan diberikan contoh kasus yg menyebabkan kepunahan, itu adalah fakta di lapangan. 

Harimau adalah 1 predator di hutan. Namun, bukan berarti dia bebas dari serangan manusia yang memburu kulitnya untuk dijadikan bahan kerajinan/industri. Jika keadaan terus menerus, bukan tidak mungkin harimau akan punah suatu saat. Dan lagi-lagi kasus itu adalah fakta di lapangan. Sebagai contoh ya harimau sumatera yang saat ini dijaga dan dilindungi dari kepunahan. 

Namun saat saya dan anak-anak sedang serius mendiskusikan hal ini, ada satu anak yang sedari tadi diam tiba-tiba mengangkat tangan untuk unjuk bicara. Amos namanya. 

Amos: Ibu, Ibu guru. Di Alkitab ada tertulis Tuhan memberkati hewan dan tumbuhan Ibu. Tidak akan habis Ibu. 

Hmmm,,, bagaimana mana sudah. Firman Tuhan disandingkan dgn sains. Memang betul semua makhluk di bumi ini diberkati oleh Tuhan dan akan bertambah banyak seiring waktu, tetapi kan tidak menutup kemungkinan suatu hari akan habis jika manusia memburunya terus menerus. 


Apakah pernyataan anak didik saya tadi salah? Tidak juga. Saya sangat percaya dia anak yang analitik. Dia adalah anak yang rajin membaca Alkitab. Apa yg bisa saya berikan intinya pada saat itu adalah satu pengertian. Semoga kritis dan analitis seorang Amos akan membantunya belajar kontekstual di hari depan. 


Semangat anak Ibu, Amos Wopi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya