Minggu, 16 Maret 2025

Habis gelap terbitlah terang

Habis gelap terbitlah terang

Sebuah torehan pena dari pemilik nama pena Serendipity


Perempuan

Dahulu dijarah pikiran, dipasung batas

Berulang kali, terus menerus sampai semua terbiasa


Perempuan

Dahulu hanya berpegang gata

Bersimpuh di kaki suaminya

Seraya menggendong anak di punggungnya


Terkungkung di dalam rumah

Tak mampu melihat cakrawala di luar sana

Di depan hanya gelap

Seolah mentari tak lagi bercahaya


Kartini

Perempuan pembawa lentera

Menyalakan lilin kecil di antara gulita

Menghidupkan mimpi perempuan yang lama dijarah kata penguasa


Kartini

Dengan juang yang menyala

Menyalakan mimpi yang sempat mati


Terislah bermimpi, teruslah bermimpi katanya

Bermimpilah selagi engkau dapat bermimpi

Bila tiada mimpi, apa jadinya hidup? 


Jangan biarkan kegelapan kembali datang

Jangan biarkan kaum perempuan kembali diperlakukan semena-mena

Pelita sudah menyala

Gulita telah usai

Habis gelap terbitlah terang. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya