Habis gelap terbitlah terang
Sebuah torehan pena dari pemilik nama pena Serendipity
Perempuan
Dahulu dijarah pikiran, dipasung batas
Berulang kali, terus menerus sampai semua terbiasa
Perempuan
Dahulu hanya berpegang gata
Bersimpuh di kaki suaminya
Seraya menggendong anak di punggungnya
Terkungkung di dalam rumah
Tak mampu melihat cakrawala di luar sana
Di depan hanya gelap
Seolah mentari tak lagi bercahaya
Kartini
Perempuan pembawa lentera
Menyalakan lilin kecil di antara gulita
Menghidupkan mimpi perempuan yang lama dijarah kata penguasa
Kartini
Dengan juang yang menyala
Menyalakan mimpi yang sempat mati
Terislah bermimpi, teruslah bermimpi katanya
Bermimpilah selagi engkau dapat bermimpi
Bila tiada mimpi, apa jadinya hidup?
Jangan biarkan kegelapan kembali datang
Jangan biarkan kaum perempuan kembali diperlakukan semena-mena
Pelita sudah menyala
Gulita telah usai
Habis gelap terbitlah terang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar