Jika boleh jujur, aku tidak terlalu suka sejarah.
Tapi yang namanya guru, suka tidak suka, mau tidak mau harus tetap memperkenalkan sejarah itu kepada setiap anak didik.
Hari itu aku membawakan materi mengenai kerajaan-kerajaan di Nusantara, dari corak Hidu-Budha sampai Islam.
Sempat ada interaksi alot, karena anak didikku cukup antusias. Walaupun aku kekurangan bahan ajar, minimal aku bisa memberikan gambaran bagaiamana kerajaan zaman itu kepada mereka.
Sesaat kemudian, Amos siswaku angkat tangan.
"Ibu, ktong su belajar kerajaan Hindu-Budha dan Islam. Baru Kerajaan Kristen Ibu? Taradalah Ibu"
Aku memberi pengertian bahwa Kerajaan dengan corak Kekristenan tdk dijabarkan di sejarah Kerajaan Nusantara, karena biasanya terpisah. Seperti sejarah peradaban dari para misionaris mungkin.
Tapi nampaknya, Amos belum puas.
Lalu dia mengangkat tangan untuk kedua kalinya.
"Ibu, baru ktong tra belajar Kerajaan Allah? Kerjaan Allah di dunia Ibu. Adakah tra ada Ibu?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar