Selasa, 28 Oktober 2025

Otakku kenapa?

"Kemarin-kemarin aku selalu ingat. Kenapa pas ujian tidak ingat. Ini otakku kenapa Ibu?"

Kalimat yang jadi celetukan memorable dari seorang Doli, murid kelas VI ku. Yap, saat itu mereka menghadapi USBN. 

Sudah barang tentu setiap soal datang dengan tingkat kerumitannya sendiri. Apalagi jika sudah berhadapan dengan Matematika. Wah, apa nggak menyala otak. 

Pandanganku menyisir setiap sudut ruangan saat mengawas. Pun mata ikut merekam setiap gerakan anak-anak, terlebih raut wajah mereka yang selalu menggambarkan suasana hati. 

Mataku menangkap gerak-gerik Doli, siswaku yang duduk di baris kedua, di sudut kelas. Dia tampak bingung dan gelisah. 

Aku menghampiri nya, menanyakan ada apa. 

Dia menunjuk satu soal pilihan ganda mapel matematika. "Kemarin-kemarin aku selalu ingat. Kenapa pas ujian tidak ingat. Ini otakku kenapa Ibu? "

Mulut seakan mau merespon cepat "Ibu mana tahu nakku." Untungnya lisan itu tertahan. Aku meyakinkan dia untuk pelan-pelan jangan terlalu memaksa. Waktu masih panjang, dan saranku kerjakan soal yg dianggap gampang duluan. Ya, itu starmteginya. Beruntung Doli paham maksudku. 

Saat itu aku mengerti bahwa anak didikku ini benar-benar mengusahakn yang terbaik untuk hasil ujiannya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya