Minggu, 12 April 2026

Roti Papua dan roti Amber

 Sagu adalah makanan pokok di sebagian besar wilayah Papua. Olahannya seperti Sagu bakar pernah, Sagu kelapa, papeda juga olahan lain. 

Aku sendiri paling suka dengan papeda, seperti kwetiau, makanan favoritku sedari di Medan. 


Sore itu saat break time, anak-anak mendapat camilan. Yap, ada dua jenis kudapan yg disediakan. Sagu bakar pernah dan roti tawar beragi. 

Aku duduk tepat di teras gereja mengamati sekeliling, lebih tepatnya mengawasi anak-anak. Sampai di saat beberapa anak datang ke arah ku. Sepertinya mereka ingin menikmati semilir angin pantai sembari berbincang. 

Dangan langkah tergopoh, seorang anak menghampiriku. Namanya Valentina Niwari. Dia membawa piring berisi dua roti berbeda tadi. Lalu menyodorkan ke arahku. 

Aku tersenyum dan berucap terimakasih. Belum sempat kuambil, jariku seakan beku dan kepalaku berpikir. Valen yang menyadari itu tiba-tiba berkata "Ibu, ambil su. Ini roti papua (tangannya menunjuk Sagu porna) yg satunya lagi roti amber (roti tawar beragi). 

"Hehh? Roti amber? Bagaimana Valen?"

"Ibu, Sagu porna nih orang Papua punya. Kalau roti ini, Ibu dong punya karna ibu Amber. Kulit terang sedikit toh?" balas Valen santai

Amber adalah sebutan untuk warga pendatang yg bukan orang Papua. 

"Jadi Ibu boleh ambil keduanya? "Tanyaku sedikit menggodanya. 

" Ibu ambil dari toh. A tebak ibu ambil roti Amber karna Ibu Amber. Tapi sa pu saran, Ibu harus Banyak makan roti Papua. Kan Ibu su tinggal di Papua " Balasnya dengan nada centil


"Lah, tadi katanya bebas, kok sekarang... "

Kalimatmu terputus. Valen membalas dengan senyum puas, nyatanya dia mengerjain ibu gurunya. 😁


Aku mengarahkan kamera HP ke dua roti berbeda itu. Satu pemandangan memerable suatu hari nanti. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya