“Kemanakah Tuhan kan membawa?”. Kalimat tanya tersebut tidaklah asing apalagi bagi mereka yang entah berapa kali mengalami jatuh bangun dalam hidup, berada di persimpangan percaya nasib atau tak kuasa melawan takdir. Di Alkitab akan banyak kita temui ayat yang membangun dan memberikan pengharapan seperti lumrah kita dengar dari khotbah Pendeta di gereja.
Ada
tertulis “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pengkhotbah 3:11) ;
kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala Sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yan mengasihi Dia) ; Sebab Aku ini mengetahui rancangan –
rancangan yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu
rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan
kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11) ; Karena masa depan
sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang (Amsal 23:18).
Ini
hanya sedikit dari banyaknya opini tidak populer. “Tuhan tidak akan membawamu
sejauh ini tanpa maksud apapun”. Saya dan saudara (pembaca) akan menyadari
saratnya penyertaan Tuhan untuk setiap musim kehidupan. Tidak selalu sedih,
tidak melulu bahagia. Alur yang kadang membuat seseorang meragukan proses Tuhan
dalam hidupnya. Padahal melihat lebih dalam dan memaknai setiap apa yang terjadi
akan mendewasakan kita serta mengubah cara kita memandang dunia.
Untuk
setiap pembaca tulisan ini, saya berharap saudara juga tidak meragukan rencana
Tuhan. Mungkin saja prosesnya rumit dan lambat menurut ukuran manusia, namun
saya mau katakan rancangan Tuhan yang terbaik. Tak akan terlintas dipikiran
saudara dan saya tuk bertanya :kemanakah Tuhan kan membawa?”. Kita tahu siapa
nahkoda yang mengauhkan haluan kehidupan, oleh sebab itu jangan khawatir.
Nikmati setiap perjalanan, karena setiap perjalanan memiliki ceritanya sendiri.
#LVS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar