Senin, 03 Juni 2024

Jangan Khawatir, Tuhan besertamu.

Mazmur 55:23a
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! 

Ayat ini aku dapat saat menerima tumbler bertuliskan namaku. Ya, di packagingnya ada selembar ayat emas. Kini 2 minggu hingga akhirnya aku kembali merenungkan pesanNya. Aku sekhawatir itu ternyata. 
Sebagai manusia biasa, sangatlah wajar apabila kita memiliki rasa khawatir. Khawatir akan pekerjaan, khawatir akan keluarga, khawatir tentang TH, khawatir dengan masa depan dst.
Pertanyaannya, apakah kontribusi kekhawatiran itu?

Matius 6:27 
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
(Terjawab bukan?)

Ini kesaksianku.
Aku adalah seseorang yang sangat sulit mengingat jalan, sebaliknya mengingat nama orang aku sangat Pro. Satu kali aku pergi ke pasar senen bersama beberapa temanku, seperti biasa aku hanya akan mengekor kemana mereka pergi. Satu ketika aku tertinggal bersama salah satu teman, aku memanggilnya Kakak Sesil, sempat pikirku tertinggal berdua tidaklah terlalu buruk. Kakak Sesil fokus memilih barang Trift, aku yang tidak menemukan apa yang kucari menunggu beliau sembari ikut mengacak-acak barang, kali aja ada yang sor. Fyi, aku seorang pembosan. Kuputuskan beranjak melihat-lihat ke toko lain. 3 kali aku keliling dengan rute Lurus belok kanan dari titik awal, nyatanya Kak Sesil belum selesai memilah milih barang. Akupun menambah jarak kebosananku sampai titik dimana aku tidak ingat jalan pulang sama sekali. Benar, aku tersesat. Sebagai pribadi yang panikan, aku berusaha tenang sambil memberi kabar dan menanyakan posisi Kak Sesil. Ternyata beliau sudah turun bahkan mendekati pintu keluar. Aku diarahkan menuju pintu keluar di Pintu Barat. Apakah aku khawatir setelah itu? Jujur teman-teman, aku jauh lebih tenang, bahkan masih sempat menikmati riuh keramaian Pasar Senen dengan semerbak Triftnya. Yang awalnya aku takut, khawatir, bahkan bingung, bisa sampai dan berkumpul dengan rombongan kembali. Kenapa? Yes, karena aku menaru percaya kepada mereka. Aku yakin, teman-temanku tidak akan tega membiarkanku sendiri dengan rasa tegang dan panik disana. Mereka menunggu, menuntun dan menyambutku saat kembali. Kisahku adalah gambaran. Jika teman-temanku saja bisa sebaik itu, apalagi Tuhan sang pemilik hidup. Dia memelihara, dia menjaga, menolong dan menuntun ke jalannya. Kuncinya percaya pada Tuhan, jangan khawatir. Jika Tuhan menjadi nahkoda hidup kita, percayalah semua akan baik walau skenario hidup kadang tidak bisa ditebak. 
Terimakasih telah membaca tulisanku ini, semoga menjadi berkat.

#LVS



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya