Aku ingin bercerita tentang siswaku di Kampung Goni, Papua Tengah. Aku memang tidak tugas disana, hanya saja 4 hari dari waktu liburku ku habiskan di kampung ini.
Aku menyoroti satu kebiasaan anak-anak di Papua yang sangat fasih melabeli diriku"Ibu Guru". Memang, aku adalah guru, tapi entah mengapa sapaan-sapaan ini masih mampu sembuatku salah tingkah. Seperti berbunga-bunga padahal di Sumut khususnya di Toba aku mengajar dan sesekali nendapati nama sebagai Ibu guru, tetapi ya biasa saja. Aku pikir ini faktor Bahasa, hahhaha. Lagi-lagi tentang Batak.
Ada satu kejadian saat aku dan rekan guru bermain di pantai bersama anak-anak, sekalian kami minta diajari berenang. Dari segerombolan anak, sayup-sayup terdengar "Ibu guru, SARANGHE0". Aku mencari dan memastikan sumber suara itu. Namun yang terlihat dari kejauhan hanya jari yang membentuk 🫰sedangkan si empunya jari membenamkan tubuhnya di laut. Posisinya saat itu, aku belum hapal betul nama-nama mereka. Sampai saat ini aku masih penasaran siapa pemilik suara itu. Jelas itu bukan murid yang ku ajari. Karena suaranya terdengar asing walau sempat mencurigai satu anak, tetapi aku enggan membuktikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar