Rabu, 24 Juli 2024

Mitos: Siapa yang duduk di kursi guru saat masih menjadi murid, akan bodoh

 Holaa. Kali ini aku mau bahas satu mitos yang mungkin sampai saat ini masih ada. Fyi aku SD-Kuliah di Sumatera Utara. Aku tidak bisa pestikan mitos ini ada atau tidak di Provinsi lain. 

Waktu SD, orang-orang percaya mitos "duduk di kursi guru akan membuah orang yang mendudukinya bodoh". Bagaimana denganku? Oh, tentu aku tidak meyakini hal itu. Sederhananya pikiranku saat itu, bagaimana mungkin seorang menjadi bodoh hanya karena menduduki kursi [singgasana] guru yang notabenenya saat itu adalah pengajar, pendidik yang juga menjadi sumber pengetahuan khususnya untuk anak didiknya.

Aku tidak pernah kepikiran untuk mencoba membuktikan hal itu dengan serta merta sengaja mengambil posisi duduk seolah menjadi guru dihadapan anak didikku. Ya, karena saat itu pun adalah seorang murid. Tetapi tidak sengaja pastinya sering. Mungkin aku yang sekarang adalah pembuktian nyata mitos itu tidak ada. 

Lantas, apakah aku menyebut diriku pintar? Big no. Aku tidak pintar (ukuran pintar relatif ygy) namun aku juga tidak bodoh (bodoh disini mutlak). Aku suka belajar dan itu sedari duduk di bangku sekolah dasar. Malah aku sangat senang duduk di kursi guru dulu. Walau tidak pernah terbersit di pikiran akan menjadi seorang guru ketika dewasa, tetapi Tuhan mengizinkanku menjadi GURU bukan sekadar pernah duduk di kursi GURU.

Oh ya, maksudku duduk bukan berarti kursi itu bak kenyaman yang menetap. Karena nyatanya menjadi guru apalagi di zaman sekarang malah tidak ada waktu untuk duduk karena memang itulah yang tergambar pada hakekatnya seperti kata Bapak Pendidikan kita. Ing ngarso sung tulada. Ing madya mangun karsa. Tut wuri handayani. Artinya apa? Guru di kelas sangat dinamis. Bukan hanya duduk di kursi lalu mendikte atau memerintah peserta didik untuk meringkas. Tugas guru lebih dari itu (ya mirip pemadam kebakaranlah konsepnya) xixi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya