Senin, 31 Maret 2025

Yang baik hanya Tuhan Yesus sa

 Valentina dan Yafet adalah dua anak yang duduk bersebelahan. Tidak jarang mereka sering berbalas lisan.


Kali ini, Valen yang selalu tergopoh-gopoh kembali mengulang kesalahan yang sama, tulisan yang kadang kurang rapi membuatnya kerap mencari Tipe-X. 


Bertanya setengah berteriak untuk semua penghuni kelas, tidak lantas membuatnya puas karena teman-temannya jelas tidak begitu tanggap. Tidak ada jawaban, sama sekali diam bak tidak peduli. 


Tiba-tiba Valen menggerutu. "Teman-teman pu jahat apa". Mungkin kalimat itu sedikit memaksa Yafet yang sedari tadi diam menjawab dengan nada datar namun tegas. " Iyo toh. Manusia jahat. Tipe-X sa tra mau bagi. Tuhan Yesus sa yang baik. Toh Ibu? " 

"Betul Yafet, Tuhan Yesus sa yang baik. Tapi kamu mau baik juga kan seperti Tuhan Yesus? "

"Sa mau toh Ibu" Jawabnya cepat. "Kalau begitu, kas pinjam Valen kamu punya Tipe-X ya" tawar ku. "Iyo sudah. Tipe-X ada nih" 


Akhirnya hari itu aku menyaksikan pemandangan yang mengandung haru. Kedua siswa ku mengajarkan pelajaran bahwa Tuhan Yesus baik, sangat baik. Lalu, mengapa kita tdk mencontoh kebaikan itu walau tdk akan pernah bisa sperti Dia? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya