Ilustrasi memang tidak selalu seperti kenyataan. Entah itu melebih-lebihkan ataupun sebaliknya.
Pagi itu suasana cukup tenang. Ini adalah USBN hari kedua, jelas tidak sedegdegan hari pertama.
Aku yang berjalan menyusuri setiap bangku sesuai nomor absen tiba-tiba saja terdistraksi oleh ekspresi salah satu muridku, Levina.
Lama kuperhatikan, dia seperti bertanya dalam hati.
Akhirnya kulangkahkan kakiku menuju meja ujiannya
Benar saja, dia sedang mengamati ilustrasi hewan herbivora yang sudah sangat familiar, sapi.
Tidak ada yang salah ataupun aneh menurutku. Tapi aku memastikan dengan bertanya "ada apa Levina? "
Dan jawaban serius yang harusnya kudapati, malah terkesan sebaliknya..
Dia mengarahkan jemarinya menunjuk gambar sapi dengan celetukan khasnya
Bagaimana bisa sapi ini gemuk dan senyum Ibu? Sapi mana bisa senyum.
Mungkin sapi gemuk, dia bisa terima. Tetapi tentang sapi tersenyum, nampaknya dia tidak bisa menerima itu.
Aku pandang anak didikku ini sejenak. Lalu, aku berbisik pelan "Nak, ini hanya ilustrasi. Tidak ada masalah dengan ekspresi nya".
Dalam hatiku berisik. " Ada-ada saja"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar