Sabtu, 08 November 2025

Matematika, Yuhuuuu

Saat itu, pembelajaran matematika mengenai operasi hitung campuran. Matematika yang katanya adalah ilmu Pasti akan selalu mengandung keputusan benar atau salah. Tetapi ada satu hal yang membuat seseorang bangga dengan matematika, saat dia mampu menaklukannya. 

"Yes,,, yuhuuu" Dua kata itu nyaring terdengar di sudut kelas. Saking kencangnya, seisi kelas sontak melihat ke arahnya. Hofni Natalson, bocah bertubuh jangkung dengan kulit putih dan rambut talingkarnya mampu mencuri fokus kelas. Tidak sampai disitu, dia bahkan menari-nari kegirangan seakan tidak sadar bahwa bukan hanya dia penghuni kelas. 

"Eh Hofni, kamu kenapa? Senang sampee" tanya ibu guru yang juga adalah anak anak-anak lainnya. "Dia mengantarkan buku latihannya ke depan dengan cara jalan yang lumayan tengil dan penuh percaya diri. " Ibu, a su bisa, a su bisa ibu. Ibu cek, lalu kasih a 10 soal lagi" walahhh, kena angin apa anak ini. 

Aku meraih buku itu lalu mulai mengoreksi. Dan benar saja, Hofni mendapat poin nyaris sempurna. Sepeuluh soal yang dibuat sebagai latihan di babat habis olehnya dengan proses persis dengan yang kujelaskan di papan tulis. 

Matanya semakin berbinar setelah melihat angka 100 disematkan di sudut bukunya. "Yesss, a dapat 100, a dapat 100. Ibu kasih a tugas 15 soal lagi. " pintanya tidak sabaran. 

"Eh, tadi kata tambah 10. Kenapa sekarang minta 15? " tanyaku memastikan. "Tidak apa-ibu. Ibu buat saja. Sa su bisa, 10 soal tanggung ibu." ku lihat raut wajah semangatnya dan matanya tidak berhenti mengatakan bahwa Hofni sangat tertantang. Croat-cepat ku buat latihan khusus untuknya, lebih tepat dikatakan pengayaan sih. 

"Ini kamu pu buku. Kerjakan baik-baik ya." Aku menyodorkan buku latihannya, sepertinya Hofni juga sudah tidak sabaran. Jarak dari meja guru ke meja belajarnya hanya ±4 meter. Tetapi jarak itu cukup bangunya itu bersenandung ruang. "Matemati yuhuuuu a bisa, a bisa".

Suasana seperti ini selalu mampu membuatku terharu. Terimakasih Hofni untuk asupan semangat yang kamu tularkan untuk Ibu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya