Pelajaran sejarah menurutku adalah pelajaran yang membosankan. Ya, karena mengulik masa lalu nih. Hahahah
Eits, intermezo ya guys, walaupun nyatanya begitu.
Sejarah akan mengembalikan kita pada ingatan perang dan penjajahan. Yap, masa kelam.
Dahulu kita berperang dengan senjata seadanya, entah bambu runcing ataupun senjata berbahan logam lainnya. Yang bertahan yang akan menang. Yang kompak yang akan mampu menghalau musuh.
Dahulu kita berperang dengan senjata fisik, lalu sekarang masih adalah perang.
Oh, jelas. Perang masih ada dan terus ada. Tapi ada yang berbeda. Perang kini tidak lagi arah mengarahkan senjata dan melukai fisik musuh. Lalu bagaimana?
Perang di zaman sekarang itu, perang yang menggunakan otak.
Ibu guru memotong kalimat sampai disitu untuk memancing analisa dan kkkritisan anak-anak.
Tiba-tiba, Sokrates mengangkat tangan ragu-ragu. "Ibu, kitong perang lempar-lempar otakkah? "
Aduh, bukan begitu konsepnya anakku.
Perang kan tidak setakat lempar melempar.
Ku jelaskan pelan-pelan sesederhana mungkin bahwa perang pakai otak itu bukan berarti lempar-lempar otak. Tapi menggunakan intelektual dan hikmat. Apalah arti otak tanpa keduanya itu.
Jika otak adalah alat perang, seperti halnya panah, tombak dsb, pun otak harus diasah. Bukan dengan gerinda atau scaf, tapi mengisinya dengan ilmu dan adab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar