Hari ini aku membawakan materi tentang sifat-sifat cahaya.
Seperti biasa, Anak-anak lebih mudah mengingat hal baru jika digubah bahasanya menjadi nyanyian.
Sifat cahaya digubah jadi satu lagu yang nadanya sudah familiar, yaitu "abang tukang bakso"
Ada enam macam sifatnya cahaya
Satu merambat lurus
Dua dipantulkan
Tiga bisa tembus benda-benda yang bening
Empat dibiaskan
Lima diuraikan menjadi pelangi
Jika kena benda membentuk bayangan, itu sifat ke-enam.
Gimana sobat pembaca? Pastinya sudah bisa langsung dinyanyiin dgn nada lagu abang tukang bakso toh?
Nampaknya sifat cahaya ke-enam menarik perhatian salah satu muridku, namanya Yunus Binur. Hari ini dia piket dan pulang paling terakhir dari teman-temannya karena harus memastikan kelas bersih dan aman.
Sambil membereskan meja dan memasukkan alat tulis ke tasku, kudengar Yunus memanggil setengah berteriak.
"Ibu, a tebak ini jam berapa"
Aku menanggapi dengan santai "jam berapa hayo? "
Yunus menimpali "Belum pas jam 12 Ibu, sedikit lagi"
"Kamu tahu dari mana? " tanyaku seakan penasaran. Lalu Yunus melambaikan tangan seolah memanggilku lebih dekat "Ibu lihat e, sa pu bayangan masih ada. Belum diatas sa pu kepala. Artinya belum pas jam 12 Ibu"
Ku lirik jam tanganku, benar saja, ini baru jam 11.50. Jam 12 kurang 10 menit.
Yunus yang menyadari aku membenarkan ramalannya tersenyum menang.
"Ibu, betul toh? " Akupun mengangguk tanda mengiyakan.
"Ibu, a tunggu sedikit lagi e. Kalau bayangan su hilang, a pulang"
Aku terkekeh melihat tingkah anak muridku yang satu ini. Aku tidak mau membatasi rasa ingin tahunya. Ku temani ia di tengah lapangan sambil kami mengamati pergerakan bayangan.
Wah, aku merasakan proses belajar Yunus yang natural.
Bukan sekadar membaca teori bayangan, lebih dari itu Yunus mengeluarkan sikap ilmiah yg jd modal awal seorang pecinta sains.
Aku bersyukur, anak didikku bisa mengelaborasi apa yg dipelajari di sekolah. Memang nampak sederhana, tapi tidak semua orang mau melakukannya.
Terimakasih untuk bahagia sederhana di hari ini Yunus. Ibu tahu kamu adalah bibit pembelajar. Teruslah bertanya, teruslah membuktikan.
Siang ini terik, tapi hati Ibu guru terasa sejuk.
Jika pagi tadi anak-anak dengan ruangnya bercerita jam mencari (melaut) orangtua mereka yang berpatokan pada tinggi rendah matahari, siang hari Yunus mengerti bahwa hari ini dia pulang sekolah sebelum jam 12 tepat.
10 menit untuk belajar dan mengajari diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar