Selasa, 24 Februari 2026

Jangan lupa minum

 Tupperware biru kesayanganku tidak pernah ketinggalan. Benda lucu ini selalu ku bawa, terlebih ke sekolah. Jangan tanya kenapa! Mengahadapi anak-anak SD dgn jenjang kelas dan berbagai karakter cukup menguras energi. Istilahnya, pagi baterai penuh, siangnya soak. 


Tahun ajaran baru anak-anak masuk satu minggu lebih dulu dari anak SMP. 

Itu jg alasan kenapa 'Doli' muridku yang sudah tamat SD dan kini duduk di bangku SMP di kota seolah ingin bernostalgia. 

Dia izin ikut masuk kelas dan janji tidak akan ribut ataupun buat onar. Benar saja, dia melakukan nya. 

Sampai di jam istrahat, anak-anak berhambur keluar ruangan untuk sekadar minum air ke rumah ataupun berburu sagu pernah buatan Mama. 

Aku duduk di kursiku, merogoh tas dan mengeluarkan buku kecil untuk kucoreteri dengan cerita random setengah hari ini. 

Dari sudut ruangan, Doli memperhatikanku. Lebih tepatnya dia melihat ke arah botol minum kesayanganku. 

"Ibu Vera tra berubah." Kalimat ini seakan kalimat protes dari seorang Doli. 

"Hah? Tra berubah apa Nang? " tanyaku penasaran. 

Doli menghela napas sebelum akhirnya melanjutkan kalimatnya

"Hahh. Ibu harus diingatkan minum air. Botol penuh sampe penuh. Ibu minum sudah" 

Astaga, dia seingat itu dengan kebiasaan burukku. Aku berani bilang kebiasaan buruk karena jelas minum itu harus. Apalagi menghadapi anak SD yang bisa dibilang memaksa kita berteriak. Bersyukur, Doli ingat hal itu. Aku rasa sedikit canggung dan malu. 

Ku teguk air dari botol sambil kupandangi wajah bahagia Doli, muridku yg tahun lalu masih kelas 6 SD. 

Satu perhatian kecil ini menyentuh hatiku. Doli mengenalku, dia memahamiku, dan aku terenyuh. 

Makasih Doli Ramar. Mantan ketua kelas terbaik di kelas Ibu guru Vera. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya