Selasa, 24 Februari 2026

Mujizat 1 dan 2 anak kampung Goni

Siang hari di Goni, jam menunjukkan pukul 12.20. Sudah seharusnya pulang, tapi dua muridmu ini membuat semua tertahan. 
Aku gk mau mengorbankan anak-anak yang lain. So, dua anak yang jadi buang kerok kutahan untuk mediasi. 

Yanke dan Hayati. Dua anak polos yang sempat bakumarah hanya karna masalah sepele. Yanke tidak sengaja mendorong meja ke depan agar terlihat rapi tetapi mengenai pundak Hayati. Sempat diam beberapa saat, lalu akhirnya tangis Hayati pecah. Melihat Hayati kesakitan dan menangis, aku berusaha meredakan situasi riuh itu. Eh tiba-tiba Yanke juga menangis. Aku jadi serba salah. 
Apa yang salah dengan kedua anak ini?
Kelas yang riuh oleh tangisan dua perempuan ini menarik perhatian Jokowi, teman mereka. Ternyata Jokowi sedari tadi mengamati dari teras sekolah. Dia mengetuk pintu dan berkomentar 
"Ibu, siang ini ada mujizat"katanya membuat penasaran. 
" Eh, mujizat apa? " responku cepat seolah melupakan tangisan kedua nak tadi
Jokowi dengan nada asbun dan percaya dirinya menjawab "Yanke dan Hayati menagis bersambung Ibu, itu mujizat yang jarang terjadi"

Astagaa, Jokowiii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya