Kamis, 13 November 2025

Sampai di sini saja

 Harus ku akui kalau anak didikku yang sekarang lebih suka pelajaran Matematika. Bahkan bisa dalam seminggu tuh mereka minta agar Ibu guru bawa pelajaran Matematika saja. Bukan apa-apa sebenarnya, tapi jujur kadang soak juga Matematika terus. So, biasanya aku variasi, bukan hanya tentang ilmu hitung dan ukur, tapi juga logika dan analisa seperti dalam contoh soal cerita. 

Kali ini memang kami akan mengulas Matematika Gasing yakni perkalian dan pembagian bersusun. Yang beginian anak-anak terlalu suka. Meski mereka belum sepenuhnya hapal perkalian, tetapi mereka selalu menemukan cara yang nyaman untuk belajar. 

Entah itu menggunakan metode jarimatika, hitung manual (aku menyebutnya cara dodong) atau malah menuliskan tabel perkalian di kertas lalu menempel di atas meja (cara cerdik). Kalau tidak sabaran, biasa mereka akan berteriak "Ibu, 8 x 7 berapa e? " Seringnya mereka menguji fokus ibu guru, atau malah memang sengaja  membuat Ibu guru kembali berpikir. 

Semua anak sibuk dengan latihan soalnya. Sengaja di sesi pertama aku membuat soal yang sama untuk setiap anak. Rencananya setelah koreksi aku akan evaluasi sampai dimana kebolehan anak-anak. 

Di tengah keseriusan mereka dalam mengerjakan latihan, tiba-tiba Asaria yang sedari tadi senyap tiba-tiba membuyarkan fokus. Dia ssmpat bertekak dengan Beny karena jawabannya dengan Beny tidak sama. Sebenarnya hanya beda sedikit saja, seperti biasa hanya karna angka dibelakang koma. 

Baik Beny maupun Asa mempertahankan jawabannyalah yang paling benar. 

Mungkin Asa sudah merasa jenuh kalau harus berdebat dengan Beni. Dia membawa bukunya ke meja guru lalu memberi pembelaan

"Karna su tidak bisa dibagi lagi, yasudah sampai di sini sa toh Ibu"tawarnya.

Ku pandangi tulisannya yang membuat pupil membesar walau cuaca terang. Tulisan model " Cakar ayam" yang selalu berhasil membuat Ibu guru sakit kepala. 

Kembali dia mengulang pembelaannya. "Ibu, ini su tra bisa dibagi lai. Sampai sini sa e Ibu".

Beruntung semua jawabannya benar. Kalau dipikir-pikir benarlah perkataannya tadi. 

Kalau sudah tidak bisa diganggu lagi, yasudah selesai. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya