Puisi ini kutulis di tanggal 3 Oktober, di atas perahu merah kesayangan kami para guru UTP di Nabire. Aku meresa sukacita saat korwil memintaku menuliskan puisi yang akan menjadi naskah lomba menyambut HGN ke 80 di bulan November nantinya.
Aku pun merasa terhormat, saat anak-anak itu membacakan puisi sederhana ini di depan puluhan pasang mata yang melihat mereka. Di hadapan juri serta guru-guru mereka.
Bak ungkapan hati yang sampai ke hati karena dibaca dengan hati, bukan lagi mulut.
Untumu guruku
By: Vera Simbolon
Di depan kelas, di hadapan anak didikmu
Kau bagikan sebongkah ilmu, setiap hari, setiap waktu
Menuliskan setiap larik pelajaran
Melukiskan setiap baris pengalaman
Di papan sepetak yang kadang harus dibagi jadi tiga
Entah sudah sekering apa dahaga
Saat kau temui ilmu yang kau beri, sukar dimengerti
Entah sudah berapa banyak keluh, saat kau dapati kami tak kunjung mendapat poin sepuluh
Guruku...
Maaf pabila kesal datang merusak harimu
Maaf pabila lelah, keras menekan bahumu
Maaf pabila kami merubah air wajahmu
Untukmu guruku...
Ini terimakasihku, ungkapan cinta dari hati
Biar sinar kehidupan yang kau beri terus menerangi perjalanan citaku
Sampai aku menjemputnya teriring doa dan restumu.
Terimakasih anak-anak hebat dari Goni, Napan Yaur dan Yeretuar yang sudah menggemakan puisi ini di bumi Yeretuar.
Puisi ini untuk semua guru-guru hebat di Indonesia.
Guru hebat, Indonesia Kuat
Selamat Hari Guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar