Rabu, 26 November 2025

Untukmu guruku

Puisi ini kutulis di tanggal 3 Oktober, di atas perahu merah kesayangan kami para guru UTP di Nabire. Aku meresa sukacita saat korwil memintaku menuliskan puisi yang akan menjadi naskah lomba menyambut HGN ke 80 di bulan November nantinya. 

Aku pun merasa terhormat, saat anak-anak itu membacakan puisi sederhana ini di depan puluhan pasang mata yang melihat mereka. Di hadapan juri serta guru-guru mereka. 

Bak ungkapan hati yang sampai ke hati karena dibaca dengan hati, bukan lagi mulut. 


Untumu guruku

By: Vera Simbolon


Di depan kelas, di hadapan anak didikmu

Kau bagikan sebongkah ilmu, setiap hari, setiap waktu

Menuliskan setiap larik pelajaran

Melukiskan setiap baris pengalaman

Di papan sepetak yang kadang harus dibagi jadi tiga


Entah sudah sekering apa dahaga

Saat kau temui ilmu yang kau beri, sukar dimengerti

Entah sudah berapa banyak keluh, saat kau dapati kami tak kunjung mendapat poin sepuluh


Guruku... 

Maaf pabila kesal datang merusak harimu

Maaf pabila lelah, keras menekan bahumu

Maaf pabila kami merubah air wajahmu


Untukmu guruku... 

Ini terimakasihku, ungkapan cinta dari hati

Biar sinar kehidupan yang kau beri terus menerangi perjalanan citaku

Sampai aku menjemputnya teriring doa dan restumu. 



Terimakasih anak-anak hebat dari Goni, Napan Yaur dan Yeretuar yang sudah menggemakan puisi ini di bumi Yeretuar. 

Puisi ini untuk semua guru-guru hebat di Indonesia. 

Guru hebat, Indonesia Kuat

Selamat Hari Guru. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya