Selasa, 24 Februari 2026

Sepanjang jalan, sesingkat tujuan = Matematika

 Ada kutipan bilang gini "pasti adalah ketidakpastian. Ketidakpastian itu pasti".

Tapi orang eksakta meyakini bahwa Matematika, sains dan teman-temannya adalah ilmu Pasti, tidak neko-neko. 

Ya, ya. Tidak, tidak. 

Hanya dua keputusan itu. 

Lalu apa yang akan terjadi saat anak-anak menanyakan muasal matematika yang rumit itu seakan diringkas? 

Ada format: dik (diketahui), dit (ditanya) dan jb (jawab). Format itu tidak berdiri sendiri, malahan diawali dengan cerita bak wacana panjang yang memainkan logika, nyatanya di akhir hanya menyisakan jawaban berupa digit angka. Kesel gk sih? Tapi itulah kepastian matematika. Salah menaruh angka atau satuan, ya salah. Tidak seperti bahasa yang Banyak permakluman opini. 

Proses yang sama bukan berarti akan menghasilkan jawaban yang sama di akhir. Pun demikian saat proses berbeda, bisa saja berakhir pada jawaban yang sama. 

Aku selalu memberi pengertian kepada muridku bahwa matematika yang dilabeli ilmu pasti bukan berarti menekan kita. 

Karna sejatinya bukan tujuan/jawaban akhir yang terpenting tetapi proses atau jalannya. 

Itu makanya aku tdk selalu berpatokan ke hasil akhir yang mereka temuka, tetapi lebih ke menilik langkah-langkah matematis dan logika mereka. 

Selalu ada penghargaan dari jalan dan cara yang teratur dan terperinci, walau pada akhirnya menemukan hasil yg salah. Tidak masalah. Saat menemukan akhir yang salah, secara tidak langsung itu akan menggerakkan otak untuk kembali mencoba menemukan dengan cara lain. 

Itu poinnya. Semangat anak-anak ibu guru


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepenuhnya percaya